Arief Lesmana

August 9, 9:00am - 11:00am WIB. Hosted at The Panas Dalam

part of a series on Inclusive


About the speaker

Arif Lesmana lahir tanggal 27 Desember 1989 di Majalaya, Kabupaten Bandung. Mengenal karinding sejak awal kebangkitannya kembali di tahun 2009, Arif secara aktif mengembangkan ranah musik ini di kawasan Solokan Jeruk, Majalaya. Daya eksplorasinya semakin mengkristal ketika ia bersama kawan-kawannya mendirikan band Karinding Awi Pipir tanggal 9 Agustus 2014 di momen Kemping Karinding I, Puncak Salam, Cireundeu. Sejak berdiri, Karinding Awi Pipir mengusung semboyan ”Ngabakti ka lemah cai, nguatkeun pondasi nagri.” Sebagai sebuah band, mereka memainkan musik Sunda dengan aroma modern, dan menyebut musik mereka sebagai balada bambu.

Tahun 2015, Arif dan Karinding Awi Pipir yang saat itu dipercaya mengelola Padepokan Tanjung Cempaka Wangi di kawasan Loa, Majalaya, menggelar acara “Silaturahmi Karinding Majalaya”. Acara ini berhasil menjalin jejaring antara Komunitas karinding Majalaya, Karinding Buana Kidul (Soreang - Ciwidey), Komunitas Gudang (Lembang), Rahayu (Rahayat Awi Ujungberung), Komunitas Sagala Awi (Bandung), Balepasini (Baleendah), Kasunda (Rancaekek), Komunitas Galur (Ciparay), Karinding Attack (Bandung) serta sesepuh karinding, Abah Olot. Arif dan Karinding Awi Pipir juga aktif dalam mendukung berbagai acara budaya, antara lain Upacara Adat Agung 70 Tahun Indonesia, Masih Ka Bumi Nagara Padang 2015, dan ikut serta dalam pemecahan rekor MURI rampak 1112 karinding di Lakbok, Ciamis.

Sejak 2016, Arif dan Karinding Awi Pipir menginisiasi program Kelas Karinding yang sebelumnya digarap oleh Karinding Attack. Mereka mengadopsi Kurikulum dan Silabus Kelas Karinding dan menerapkannya sesuai dengan pangauban Majalaya. Setelah program berjalan selama 9 bulan, kelas menghasilkan satu band baru bernama Karinding Guriang Girang dan menggelar konser bertajuk Konser Kelas Karinding Awi Pipir. Konser ini menampilkan juga band Sanada Awi Kasunda (Sanakas) yang juga merupakan binaan Kelas Karinding Kasunda Rancaekek, serta tarawangsa Mang Medok. Di masa yang sama Arif aktif mempelajari aksara Sunda dan juga pengetahuan mengenai kala Sunda atau kalender Sunda.

Arif sendiri secara aktif menginisiasi berbagai penciptaan musik baru bagi Karinding Awi Pipir. Berbagai lagu ia ciptakan bersama kawan-kawannya, dan mewarnai dinamika segarnya musik karinding. “Ti Pipir”, “Kamojang”, “Person Sihung Bandung” merupakan tiga dari banyak karya mereka yang mewarnai pembaruan musik karinding. Tahun 2018 Arif dan Karinding Awi Pipir ikut serta menyertakan lagu mereka “Jaman Edans” dalam album Kompilasi Karinding Vol. 1 dan ikut serta menginisiasi pembangunan ekosistem musik karinding secara sadar dan terstruktur. Kompilasi ini menjadi jalan bagi berdirinya infrastruktur media (www.pangaubankarinding.com), record label (Paratuan Records), serta dua festival (Ngabuburinding dan Karinding’s Day Out) yang menjadi kesadaran baru di ranah karinding untuk bergerak secara kolektif, sistematis, dan terbuka. Pada saat yang sama, Arif juga berinisiatif untuk menjadi pengawal terdepan, ketua Pejuang Kemping Karinding VI yang digelar di Alam Santosa, Pasir Impun, Bandung, 3 dan 4 Agustus 2019.

Kiprahnya dalam bermusik dan membangun rasa musikalitas baru di ranah kakarindingan melalui berbagai proses kolaborasi, pergaulannya di jejaring karinding, musik folk & balada, musik metal, kelompok-kelompok penghayat ilmu pengetahuan mengenai aksara Sunda dan kalender Sunda, kelompok pecinta alam dan pelestari lingkungan hidup, serta inisiatifnya untuk menggelar berbagai pergerakan yang terbuka membawa Arif hadir di Creative Morning tema Inklusivitas Karinding, 9 Agustus 2019, di Kantinasion Panasdalam. Bagaimana kemudian keterbukaan karinding dan keterpaduannya bahkan dengan sisi-sisi sentimental dalam masyarakat? Mari simak CreativeMornings dengan tema Inclusive dalam Karinding bersama Arif Lesmana Karinding Awi Pipir!

Local partners

Additional details

When di erent people come into our lives, they bring gifts. We can blend the best of our wisdom with the best of theirs. We can teach and learn from each other to produce closer circles that foster community and commit to diversity. People who include with intention, raise their hand to do the work of embracing what is unfamiliar. Inclusion is an attitude to consciously be open to ideas that come from outside of our settled ways of thinking or feeling. It’s about making a decision that comes from a place of love, of caring for others. When you place inclusivity at the center of how you live, it has great power to heal, elevate new voices, and change the narrative of who belongs. As diversity advocate Vernā Myers once said, “Diversity is being invited to the party. Inclusion is being asked to dance.” Our Grand Rapids chapter chose this month’s exploration of Inclusive, Libby VanderPloeg illustrated the theme, and WordPress.com is presenting the theme globally.